Kamis, 18 Desember 2014

Kesetiaan Dan Cincin Kawin




                Cincin kawin yang sudah menjadi adat istiadat dan tradisi dalam suatu pernikahan sudah tidak asing lagi . hampir 99% setiap orang menikah menggunakan mahar berupa cincin kawin . Meskipun dalam islam cincin kawin itu hukumnya tidak wajib , tetapi yang terpenting pada saat menjalankan ijab qabul  harus sah .

                Cincin kawin sebenarnya bukan berasal dari islam , melainkan dari budaya barat . Cincin kawin adalah salah satu simbol di dalam pernikahan menurut tradisi kristen Barat. Pertukaran cincin pernikahan di dalam prosesi pernikahan dilakukan pada saat pengucapan komitmen kedua mempelai untuk menjalani kehidupan bersama.Meskipun demikian, cincin pernikahan bukanlah simbol utama sebab yang terpenting adalah pengucapan komitmen antara kedua mempelai tersebut.  Pertukaran cincin pernikahan tersebut adalah simbol sekunder yang boleh ditiadakan.

                Dalam islam ataupun budaya barat menyimpulkan hal yang sama , yaitu cincin kawin tidak menjadi prioritas utama , melainkan yang terpenting saat pengucapan janji suci mereka . 

Setiakah orang yang memakai cincin kawin ?

                Cincin kawin merupakan simbol atas bukti cinta sepasang kakasih . Cincin kawin yang biasa di pasang  di jari manis menandakan bahwa mereka telah menikah . Banyak orang berpendapat kesetiaan mereka terdapat pada cincin kawin . Tidak semua orang yang mengenakan cincin kawin itu pertanda setia .Faktanya, ada sebagian orang yang sudah menikah mau  mengenakan cincin kawin dan ada yang tidak mengenakan cincin kawin . Jadi cincin kawin itu tidak menjamin kesetiaan seseorang , karena kesetiaan itu kembali kedalam diri masing-masing .

Selasa, 16 Desember 2014

Produk 2


Alamat  :
Perumahan Pondok Duta 1, Jalan Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telp  :
0821-1476-1073 ( Kiswahyudi ) PIN BB      :   7d1cc353
Whats aap   :   0896- 7197- 3026
0822-9912-5540 ( Reny ) PIN BB 7D1497F2

http://cincinkawin.org/









Minggu, 14 Desember 2014

Makna Cincin



Cincin merupakan sebuah tanda cinta. Simbol pertalian 2 hati yang saling berbagi dan melengkapi. Mas kawin pernikahan, pinangan, pertunangan atau ungkapan rasa seseorang terhadap kekasihnya umumnya ditandai dengan sebuah cincin. Cincin seakan mengukuhkan kesyakralan sebuah pertautan hati.


Para peneliti purbakala menduga bahwa cincin berasal dari gelang yang dikenakan para wanita yang ditawan di zaman primitif. Lingkaran gelang di kaki dan lengan para wanita itu, perlahan-lahan dianggap sebagai pengikat yang menunjukkan bahwa wanita itu menjadi milik seorang pria dalam suku yang menawannya. Karena perkembangan aktivitas mereka, gelang-gelang tersebut kemudian diubah menjadi sebuah cincin. Tidak ada tahun yang pasti mengenai penggunaan cincin sebagai pengikat hubungan dua insan yang saling mengasihi. Berdasarkan penelusuran sejarah purbakala, bangsa Mesir merupakan orang pertama yang mengenakan cincin kawin dalam pernikahan. Baru pada tahun 900-an, para penganut Kristiani menggunakan cincin sebagai ikatan suci pernikahan.


Dalam tulisan hieroglif, lingkaran berarti keabadian.Cincin kawin dianggap sebagai lambang pernikahan yang abadi. Selanjutnya, cincin juga dianggap akan mengabadikan hubungan dua orang yang saling mencintai.

Secara filosofis, lingkaran merupakan lambang kelengkapan. Allah SWT menciptakan bumi ini seperti lingkaran, bulat dan berputar. Semua telah Dia sketsa dengan sempurna agar hamba-Nya mau memutar pikirannya untuk membaca, menggerakkan lidahnya untuk berbicara, melangkahkan kakinya untuk mencari, mengayunkan tanganya untuk mencoba-berusaha dan menyandarkan hatinya pada do’a yang tiada henti. Telah dicipta sebuah wacana Yang Maha Sempurna bahwa hidup tak selalu sama. Hubungan antarmanusia tak pernah berdiam di satu titik yang pasti. Kebahagiaan, kedukaan dan kematian, selalu berputar mengitari lingkaran hidup. Manusia hanya bisa memprediksi, menjalani dan berharap keabadian pertalian itu, tanpa bisa menentukan akhir cerita yang diperankannya. Lingkaran itu tak pernah berujung, dan sebuah cincin adalah harapan untuk selalu melingkari hati yang dikasihi.

Cincin juga identik dengan keindahan, terutama bagi jari pemakainya. Jari manis seorang perempuan merupakan pasangan serasi sebuah cincin untuk mengikatkan ketulusan. Bagi orang Yunani Kuno, mengenakan cincin di jari manis dipercaya akan mengalirkan energi positif pada vena yang melewati jari tersebut ke jantung. Pantesan, banyak perempuan yang berdebar-debar jantungnya dan akhirnya luluh perasaannya ketika dipasangkan cincin di jari manisnya. Mitos apa fakta ya? Yang realistis sih gini. Jari manis lebih sedikit digunakan daripada jari-jari yang lain, sehingga lebih nyaman mengenakan cincin atau hiasan lain di jari manis itu. Ya, langgeng tidaknya sebuah hubungan tidak bergantung kepada sebuah cincin. Sebuah benda mati tidak akan mengalahkan kekuatan hati, hanya ketulusan dan pengertian yang bisa menjaga keutuhan dua hati. Keabadian sejati hanya milik Yang Maha Abadi.      



http://cincinkawin.org/                                          

Sabtu, 06 Desember 2014

Buktikan


            Mencintai dan dicintai adalah anugrah terbesar yang di berikan oleh Allah s.w.t . Sebuah rasa yang tidak dibisa diungkapkan dengn kata-kata, sebuah rasa yang sangat indah hingga terkadang orang menjadi lupa diri karena cinta .

            Di dalam islam tidak ada istilah pacaran , tetapi di dalam islam diajarkan untuk ta’aruf.Ta’aruf adalah kegiatan bersilaturahmi, bisa juga disebut berkenalan dengan bertatap muka atau bertamu kerumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya . Tujuan dari ta’aruf ialah perkenalan untuk mencari jodoh, Ta’aruf dilakukan jika kedua belahpihak keluarga saling setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan kejenjang khitbah (pernikahan)

            Cincin kawin merupakan sebuah simbol atas bukti cinta sepasang kekasih . Seseorang  yang menjalin hubungan serius biasanya dia akan membuktikannya dengan cincin kawin, untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan .

Ketika sang anak laki-laki dan perempuan itu serius untuk melanjutkan kejenjang yang serius yaitu khitbah ada yang disebut cincin kawin tunangan dan perempuan ini harus memakai cincin kawin nya untuk tanda bahwa perempuan ini sudah di khitbah oleh sang laki-laki dengan cincin kawin tunangan itu sendiri.

Setelah itu sang laki-laki mempersiapkan apa yang dibutuhkan seperti mahar emas , cincin kawin dan lain-lain. Disinilah baru dikatakan sah ketika cincin kawin itu dipakai di laki-laki dan perempuan setelah akad. Betapa mulianya cincin kawin itu sendiri .
Kenapa cincin kawin disebut mulia ?
1.       Cincin Kawin bisa mempersatukan dua insan ( laki-laki dan perempuan ) dalam jenjang pernikahan
2.      Cincin Kawin juga di buat dari bahan emas yang bagus untuk sang wanita dipakai dan disertai dengan berlian . alangkah mulianya wanita itu dikenakan cincin kawin dengan bahan emas dan berlian . untuk sang laki-laki tidak perlu khawatir karena zaman sekarang cincin kawin bisa terbuat dari palladium , platina dan perak.
3.      Cincin Kawin sebagai pengingat nanti ketika disaat mengulang kenangan dimasa lalu . alangkah mulianya cincin kawin ini ketika dipakai.